Laman

Senin, 10 Juni 2013

Taksonomi Bloom


 Taksonomi Bloom
Teori belajar Bloom adalah salah satu teori aplikatif dalam psikologi belajar kognitif. B. Bloom dalam Budiningsih (2005) dengan teori taksonomi belajar mengatakan bahwa ‘ada dua faktor utama yang dominan terhadap hasil belajar yaitu karakteristik siswa yang meliputi (kemampuan, minat, hasil belajar sebelumnya, motivasi) dan karakter pengajaran yang meliputi (guru dan fasilitas belajar).
Secara ringkas, taksonomi belajar Bloom (S. Sagala, 2007) dibagi menjadi tiga kawasan (domain) yaitu:
1.      Domain kognitif, mencakup kemampuan intelektual mengenal lingkungan yang terdiri atas enema macam kemampuan yang disusun secara hierarkis dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintetis, dan penilaian.
2.      Domain afektif, mencakup kemampuan-kemampuan emosional dalam menagalami dan menghayati sesuatu hal yang meliputi lima macam kemampuan emosional disusun secara hierarkis yaitu kesadaran, partisipasi, penghayatan nilai, pengorganisasian nilai, dan karakteristik diri.
3.      Domain psikomotor, yaitu kemampuan-kemampuan motorik menggiatkan dan mengkoordinasikan gerakan yang terdiri dari gerakan reflex, gerakan dasar, kemampuan perceptual, kemampuan jasmani, gerakan-gerakan terlatih, dan komunikasi nondiskursif.
Bloom mengembangkan “Taksonomi” untuk domain kognitif (Djaali, 2011) Taksonomi adalah metode untuk membuat urutuan pemikiran dari tahap dasar kearah yang lebih tinggi, dengan enam tahapan sebagai berikut:
1.      Pengetahuan (Knowledge) ialah kemampuan untuk menghapal, mengingat atau mengulang informasi yang telah diberikan.
2.      Pemahaman (comprehension) ialah kemampuan untuk menginterpretasi atau mengulang informasi dengan bahasa sendiri.
3.      Aplikasi (application) ialah kemampuan menggunakan informasi, teori, dan aturan pada situasi baru.
4.      Analisis (analysis) ialah kemampuan mengurai pemikiran yang kompleks, dan mengenai bagian-bagian serta hubungannya.
5.      Sintesis (synthesis) ialah kemampuan mengumpulkan komponen yang sama guna membentuk satu pola pemikiran yang baru.
6.      Evaluasi (evaluation) ialah kemampuan membuat pemikiran berdasarkan criteria yang telah ditetapkan.
Melihat teori belajar Bloom diatas, teori belajar Bloom adalah teori belajar yang membahas unsur dalam jiwa manusia yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Dengan mengambangkan taksonomi belajar, teori belajar Bloom adalah taksonomi yang paling banyak di pakai dalam dunia pendidikan saat ini.
Setiap harinya diberbagai sudut jalan di kota ini, sejumlah anak-nak jalnan yang mengemis di trotoar jalan maupun dari warung kewarung, doyan menggunakan lem untuk mabuk-mabukan.

Bahkan mereka menggunakan lem dengan cara menghisap melalui hidung ini dilkukan secara terang-terangan. Bahkan kerap jadi tontonan. Merekapun tanpa rasa takut lem yang dimasukkan dalm kantongan plastik dihisap secara bergantian.

Ramli (samaran), anak yang berusia 11 tahun inipun mengakui, jika ia menghisap lem akan menimbulkan rasa mabuk dan membuat dirinya giat menjalankan profesinya sebagai pengemis kecil.

"Saya menikmati isapan lem ini. Kami bisa mabuk dan tidak merasa malu meminta-minta sat usai menggunakaan lem itu," ucap Ramli dengan dialeg Bahasa Makassar, saat dimintai komentar, Senin (26/3).

Hal senada juga diakui Aco (12), kawan seprofesinya, bahwa setiap harinya ia harus merogoh isi kantong Rp3 ribu hingga Rp5 ribu untuk membeli lem besi maupun lem kertas berbagai merek di toko-toko bngunan.

Melihat fenomena ini, sejumlah warga mengharapkan kepedulian masyarakat maupun pemerintah untuk bisa mengantisipasi kebiasaan anak-anak jalanan ini, demi kesehatan terlebih masa depan mereka. Dan tidak menutup kemungkinan, akan berdampak pada anak-anak kita. (Zul)


                                                   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar